RSS Feed

Saturday, April 10, 2010

Belanda dalam Batas Mimpi Kami, Para Anak Pribumi



Als ik eens Nederland was – Ki Hajar Dewantara

Seandainya Aku seorang Belanda. Mulanya hanya sebuah tulisan sederhana di sebuah brosur. Penuturannya pun lembut, santun, tak ada nada-nada amarah pun makian, namun sukses menghardik cara berpikir pemerintah kolonial Belanda yang ketika itu diterbitkan oleh Comite tot herdenking van Nederlandsch Honderdjarige Vrijheid atau yang dikenal dengan Komite Bumiputera. Dan tulisan itu diyakini sebagai tonggak dimulainya ‘masa tidur panjang’ bangsa kita.

Adalah ia, seorang bangsawan di Hindia-Belanda yang rela menanggalkan nama Raden Mas-nya lalu menghujamkan diri di dunia pengajaran dan pendidikan yang kemudian dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Ia berhasil menohok orang-orang Belanda dengan tulisannya yang luwes namun ganas itu tepat di jantung mereka.

Sebenarnya tulisan itu sebuah sindiran bagi orang-orang Belanda yang ketika itu mengajak rakyat Hindia-Belanda yang terjajah untuk merayakan kemerdekan tuannya sekaligus mengajak mereka memberikan sumbangan uang sukarela untuk biaya perayaan itu (ohmaygot!!).

Begini Ki Hajar Dewantara menulis:

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi tidak pantas untuk menyuruh si penduduk pedalaman memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghinakan mereka, dan sekarang kita membongkar pula koceknya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yg mengyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa penduduk pedalaman diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikit pun.”


Dan hasilnya beliau di buang ke Belanda. Namun kawan, pembuangan bukanlah jalan nista bagi seorang Guru Besar macam Ki Hajar, justru disanalah hasrat menambah pengetahuannya dalam bidang pendidikan semakin tak karuan, menggila, sebagai hasilnya beliau mendapat akta guru pada tahun 1915. Dan orang2 yang berkeyakinan: dimulainya tulisan Ki Hajar yang demikian sebagai mulai tertidurnya bangsa kita, mereka SALAH BESAR.

***

BELANDA YANG MINI DENGAN SEJUTA MIMPI

Sama halnya dengan Ki Hajar dalam masa pembuangannya di Belanda (1913-1919) yang semakin melambungkan mimpinya untuk mencerdaskan diri demi memajukan anak negeri, saya pun terinspirasi demikian. Menyulam mozaik demi mozaik mimpi hingga menjadi sebuah puzzle yang utuh. Siapa coba yang tak mau menginjakkan kaki di negeri mini itu demi mewujudkan sejuta mimpi? Ya paling tidak untuk sebuah mimpi: menimba ilmu di Belanda yg terkenal dengan kualitas pendidikan dengan standar internasional yang baik. Tapi tentu mimpi itu perlu ditebus dengan harga yang tidak cuma-cuma. Selalu ada pengorbanan dibalik setiap perwujudan mimpi. Kalau meminjam kata-kata Arnold Schwarzenegger, “No pain, no gain”.

Seperti Ki Hajar yang harus merasakan dibuang dulu sebelum akhirnya berkenalan dengan gagasan-gagasan tokoh-tokoh pendidikan dunia seperti JJ Rousseau, Dr Frobel, dr Montessori, Rabindranath Tagore, John Dewey, dan Kerschensteiner. Tapi mungkin kalau kita ga harus menunggu dibuang dulu kali ya untuk bisa ke Belanda, salah duanya yaitu cukup punya score TOEFL yang disyaratkan dan kemampuan akademik yang mumpuni. Jadikan dirimu pilihan. Untuk saat ini kesampingkan dulu kata-kata Iwan Fals soal ‘aku bukan pilihan’. Sebab hanya mereka yang terpilih yang bisa menghirup udara Belanda.

BELANDA YANG BIKIN IRI

Yaaahh Belanda memang patut dijadikan sasaran iri. Belanda yang meski memiliki area mini (46 kali lebih kecil dari Indonesia; total daratan Indonesia sekitar 1.922.570 km², sementara Belanda hanya 41.256 km²) namun menyembunyikannya dengan kemajuan teknologi dan peradaban ilmu yang luar biasa hebatnya. Belum lagi penjuru-penjuru kota yg manis, teratur, bersih sebagai sasaran pose narsis para pendatang, termasuk mahasiswa-mahasiswa Indonesia disana, haha. Belanda yang orang-oranganya kadang dijuluki stereotype orang pelit karena motto ‘elk dubbeltje omdraaien’-nya (putar koin dua kali sebelum berpikir untuk membelanjakannya –red), yng toh pada akhirnya membuktikan bahwa kebiasaannya berhemat itu bisa membuat mereka maju seperti sekarang.

Belanda yang begitu fanatik dengan budaya sepedanya sehingga menjadikan negeri tersebut identik dengan negeri sepeda, benar-benara menjaga tradisinya sampai saat ini, bahkan diberikan jalan khusus untuk pengendara sepeda: Fiets Pad, dan hasilnya selain bisa sehat dan irit, mereka pun menjadi salah satu negara yang perlu dicontoh dalam upaya memelihara bumi dengan meminimalisir penggunaan kendaraan-kendaraan bermotor yang memroduksi asap. Belanda dengan banyak festival-festival acara lucu nan keren. Negeri yang punya banyak universitas-universitas bagus di rating dunia. Negara yang meski dulunya harus bersusah payah menimbun lautan untuk dijadikan daratan namun kini menjelma menjadi salah satu acuan untuk pendidikan dan perkembangan pengetahuan.

Belanda yang punya 2 bendungan megah nan gagah yang keberadaannya ditasbihkan sebagai tameng setiap badai lautan dan banjir bandang. Afsluitdijk (panjang 32 km, lebar 90 m, tinggi 72,5 m dari permukaan laut) dan Delta Works (total panjang 16.500 km, terdiri dari 2.420 km bendungan utama dan 14.080 bendungan sekunder) bertengger kokoh menghadang setiap ancaman banjir. Tidak hanya itu, keduanya disebut-sebut sebagai mega proyek yang dipercaya menjadi salah satu keajaiban konstruksi raksasa dunia, bahkan Delta Works dianugerahi predikat sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia modern versi American Society of Civil Engineers karena pengontruksiannya yang memakan waktu hampir 5 dekade dan menjadi salah satu pembangunan terbesar peradaban manusia modern.

Belanda yang menerapkan standard social service dan social security yang biayanya diambil dari pajak masyarakat berkisar antara 30 % sampai 60 % penghasilan. Belum lagi pajak rumah/lahan, air, energi, dan lain-lain yang dipungut setiap tahun. Ga heran kalau di Belanda tidak dijumpai orang yang sangat miskin hingga harus mengais2 makanan di tong sampah jalanan, sebab orang-orang yang tidak mampu disana diberi tunjangan yang berasal dari pajak masyarakat itu. Belanda dengan pelayanan masyarakat yang tergolong profesional sebab tenaga manusia-nya dibayar pantas, mulai dari buruh kasar seperti pengangkut sampah sampai profesi dokter.

Hmmpph…mengelus dada dan mencoba meredamkan riak-riak iri dalam hati pada negeri mini itu. Bisakah bangsa kita bercermin sedikiiit saja dari mereka? Dengan berjuta keindahan dan kekayaan negeri Indonesia ini, tak cukupkah bisa membuatnya merengsek naik pada level negara maju, bukan yang melulu negara berkembang? Come on u young people Indonesia, Indonesia butuh kita, saya dan kamu semua. Waahh, jadi menggebu2 begini saya ya, haha…

BELANDA YANG KINI JADI SASARAN ANAK2 PRIBUMI

Kini bukan lagi hal yang luar biasa kalau Belanda jadi salah satu incaran anak-anak pribumi mengadu nasib dalam hal akademik melalui jalur scholarship yang beragam ditawarkan. Banyak jalan ke Belanda, kata mereka scholarship seeker. Beberapa informasi banyak tersebar di mesin-mesin pencari macam mbah Google dan kawan-kawannya. Seperti beasiswa StuNed, HSP Huygens Programme, Erasmus Mundus Scholarship Programme, Utrecht University Excellence Scholarship, dan masih banyak yg lainnya. Kuncinya banyak-banyak searching info-info beasiswa saja atau bertanya-tanya pada rekan-rekan yg memiliki link di Belanda.

Terakhir yang juga turut menjalin kerjasama dengan StuNed yaitu PMRI dan DIKTI yang kemudian dikenal sebagai beasiswa International Master Program on Mathematics Education (IMPoME) yang tahun ini memasuki putaran ketiga.

Ada banyak kesempatan menuju Belanda melalui jalur beasiswa. Data NESO menyebutkan, jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda mengalami peningkatan dalam rentang waktu tiga tahun terakhir ini, yaitu mencapai 12 persen atau sebesar 53.550 orang pada tahun ajaran 2007-2008. Laporan yang serupa diperoleh dari data Nuffic yg menyatakan bahwa di tahun ajaran 2008-2009, Indonesia berada di posisi kedua dgn jumlah mahasiswa terbanyak di Belanda, yaitu 1.350 mahasiswa, setelah China yang jumlah mahasiswanya mencapai 5.000 orang, disusul India (550), Korea Selatan (450) dan Vietnam (450). Wowh!! Jadi tak perlu khawatir kita akan sendirian disana. Yang paling utama adalah siapkan diri, terutama persyaratan bahasa, sehingga ketika tawaran itu datang, kita sudah siap melenggang dengan matang.

BELANDA YANG TAHU BALAS BUDI

Mungkin salah satu balas budi Belanda atas Indonesia yg sudah ‘legowo’ menjadi sasaran jajahan yang sangat lama itu adalah terbukanya kerjasama yang bagus di bidang pendidikan. Banyak pihak dari Belanda maupun Indonesia yang menjalin hubungan satu sama lain untuk berbagi kemajuan. Dan tentu saja ini jadi peluang besar bagi pelajar Indonesia untuk ‘mengeksploitasi’ Belanda sebanyak-banyaknya. Apalagi sistem pendidikan Belanda, menurut beberapa penelitian kabarnya menunjukkan bahwa mereka yg pernah studi di universitas/institusi pendidikan tinggi Belanda memiliki kinerja yang sangat baik di manapun mereka berada (meng-amin-i dalam hati).

Salah satu contohnya mungkin Ki Hajar Dewantara itu. Hasil belajarnya di Belanda dipraktekkan dengan membuka sekolah Tamansiswa. Memosisikan anak sebagai figur sentral dalam pendidikan dengan memberikan kemerdekaan sepenuh-penuhnya untuk berkembang itulah ide dasar pengembangan konsepsi Ki Hajar. Peran guru hanya membimbing dari belakang dan baru mengingatkan anak kalau sekiranya mengarah kepada suatu tindakan yang membahayakan (tutwuri handayani) sambil terus membangkitkan semangat dan memberikan motivasi (ing madya mangun karsa) dan selalu menjadi contoh dalam perilaku dan ucapannya (ing ngarsa sung tuladha).

Hmm…berapa lama saya menulis ya? (menengok jam dinding sebentar) Setelah saya baca ulang, saya jadi semakin cinta dengan Indonesia, dan ingin meninggalkannya…sesaat. Bukan untuk meninggalkan selamanya, tapi demi sebekal modal untuk acuan mengembangkan bumi pertiwi ini. Sebab Indonesia terlalu indah untuk diabaikan. Sebab Indonesia begitu memesonakan untuk tidak diindahkan. Sebab disinilah tempat pengabdian saya, tanah yang susah payah dimerdekakan mereka-mereka yaneg berjuang dengan harta, jiwa, dan raga.

DI INDONESIA RAYA TERCINTA.

***

ps. dari berbagai sumber bacaan: mulai dari koran baru, lusuh, lecek, bekas sampe buku sejarah, ada juga cerita ayah, curhatan teman-teman, baca-baca majalah online, blog-blog teman, etc.

40 comments:

lelaki_semesta said...

seperti biasa...tulisanmu berperasaan, bikin mikir, dan yg pasti jd semangat pengen nge-blog jg biar bs ke belandut hehehe...

tp kasiman bgt siy blm ada yg komen disini, abisan ur friend jarang yg nge-blog ya, banyakan nge-fb, makanya rajin bgt promosi kesono kemari tuh di fb :))

ok deh, gut luck non!!

chamOet said...

mba inaaa, cha niatnya mampir bentar, cuman mo liat ajah, penasaran sm blogmu, eehh taunya keterusan...asik banget mba tulisan ini, owh yg mo ikut kompetisi itu ya?? weess keren2, coba masukin koran juga mba, soalnya bahasa sm wawasannya udah cocok aja gitu buat bahasa koran :D

cha2 jadi terpengaruh nih mba, pgn cari beasiswa jg ah, makasih infonya mba ina, semangaattt yaah...

ai_yuliafitri said...

kak...idenya bagus bgt ini tulisan, ki hajar aja sampe ikut nampil hihihi, cerdas deh apalagi mau hari kebangkitan nasional ya...hiduplah indonesia!!

ai jd makin semangat kak buat ngunjungin belanda...doain ya kak, sukses jg bwt kak rina :D

adry aja said...

owh ini yah tulisan hebboh anak2 sekelas, pantesan aja jd gossip miss, emank eddun bahasa dan bahasannya, td si erick smpe yg bela2in ke warnet tau miss, hahaha

miss nitip kincir kalo menang yah :)

uzi_fauzi said...

euleuh teteh, eta bendungan ta naon?? coba di indonya teh, di bandunglah kitu, supados dayeuh kolot tak menjadi langganan banjir egen...betewe teh tulisannya ngagegel hate euy!! u are rockkk!!

dunia rina okta said...

lelaki_semesta: seperti biasa niatmu hanya berakhir pd kata 'ingin', ayo dong nulis jg, meskipun temanya belandut tp tetep mengusung nasionalisme, that's the point man...ok bang, makasih yaa :)

cha2: chaaaaaaa...ih jd terharu, makasih ya, pdhl baru sms tuh uda langsung dibuka aja hehe :D hah?? masukin koran?? haha nanti2lah say, but thx for inspiring me :) semangat jg bwt beasiswanya yah...

ai: owh iya ya ai, bntr lg tgl 2 mei, ga ngeh kk...iya ai, kk doain ya smg akhir thn ini bs nyusul tmn2 IMPoME 2009 ke holland :)

adry: haha masa sih smpe segitunya dry?? plis deh jgn lebay...lha erick udah mampir tho? ga komen tuh dia...siip, yg penting adry rjn2 belajar yak, biar bs beli kincir langsung di belanda hehe ^^

uzi: euleuh ieu komen, meni hangseur alias hayang seuri, ngegel emgnya kite dogy wakakak...ya smg pmrnth qt bs bercermin dr good point negara bendungan itu ya zi, biar kaga ada lagi yg namanya banjir2an tuh...

reihanUI said...

oh ini y tlsnx?? *dgn mata memicing* udah bc, slmt, anda sukses bikin sy ngiri, ga cuma sm netherland, tp jg dgn si pembuat tlsn ini...rinaaaaaaaaa tlsn lo asiiiik buddy :D

seil said...

mangstab brader!!
aku akui sekaranglah kehebatanmuh hehueheue
:D

hahn

dunia rina okta said...

reihan: reeeeeeiiii...hahay lo ngintip blog gw jg yak skrg, itu jg stlh gw gembor2, tengkyu...tp gw jg ngiri kali sm lo, udah sempet nyicip kopi paitnya belanda, skrg giliran gw haha, doakan yak :D

han: weeh daku jd terharu gan, diakui oleh seorang penulis sepertimu :) gan mana? u owe to me lho ya :D

qthink said...

weh...coba tu komen di FB pada pindah ke sini...ntah jadi sepanjang ap ni halaman ini.. Jangan pernah berhenti nulis ya bu.. Tulisanmu menginspirasi banyak org... ^_^

Anonymous said...

itu comment2 di atas fake ya? masak semua URL nya yahoo.com

dunia rina okta said...

maz anonymous: mhn maaf sblmnya, awalnya sy jg takut itu disangka rekayasa, sy akui memang sy ga punya banyak kenalan blogger, tp masa sy membuat lelucon macam itu?? ga sportif banget...meskipun saya dan temen2 saya gaptek tp sy sngt menghargai maksud baik mrk maz...

murid2 sy yg banyak masuk ke blog saya lalu bertanya bgmn memasukkan comment sementara yg mrk punya hanya email di yahoo, lalu sy harus jwb apa?? bikin blog dulu??

berhubung saya masih baru jg di dunia ini, saya memberitahukan mrk bhw menggunakan account yahoo pun bs, sesuai yg mereka punya...salahkah kalo demikian??

terimakasih masukannya, mulai sekarang saya tdk akan mem-publised comment2 yg kebanyakan murid saya itu dan kebanyakan tdk punya blog dan kebanyakan hanya punya account yahoo, demi menjaga kepercayaan orang pada saya...

rina_okta said...

sekali lagi buat maz anonymous, saya orang yg amat sangat percaya ALLOH maz, sm REJEKI ALLOH!! sebaik apa tulisan atau sebaliknya, kalo memang bukan rejeki u/ menang ya pasti ga akan menang, mau direkasaya sebaik apapun!!

perlu diketahui, saya org yg sangat MENJAGA SPORTIFITAS maz, ga guna lagi buat saya merekayasa2 macam begitu...

maaf saya agak 'broken heart' sm pertanyaan itu, this is for the first time saya ditanya seolah2 saya ga sportif, jd pengen nangis...hanya org2 yg kenal saya aja yg tau saya sebenarnya...

kalo ingin tau silakan add saya di facebook http://www.facebook.com/rina.okta?ref=profile, bukan dgn nama 'anonymous', sehingga saya bs langusng konfirmasi dan meluruskan ini...

saya org yg paling ga 'dituduh' tanpa ada penjelasan...makasih dan mohon maaf sebelumnya

-RINA OKTA-

seil said...

hahaha bu, jangan pedulikan dia.. dengan pake anonim aja dia udah pengecut. santai saja bu, memang untuk jadi juara perjuangannya berat :D
semangat ceurin.. ay now yu kan doit beter hehehehe.... :D

dunia rina okta said...

qthink: mba ayuuu...makasih mba yaa...ga akan berhenti menulis mba, meskipun ada yg SEOLAH MERAGUKAN KESPORTIFITASAN daku, tp daku yakin bisa terus maju...

seil: can't imagine how come his/her thinking like that...blaming me that 'im a faker!! OMG...masju terus saja gan...u know me kan ya hahaha

A. DeddliawaN IsmaiL said...

hummmmm...yummy jadi pengen nulis juga...tanggal 30 april kan deadlinenya...huff semangat ya...... berkompetisi secara sportif...kita bersaing yang sehat....semua adalah seni tulisan yang bagus untuk dinikmati....Semangat OUI....OFU

dunia rina okta said...

yoa maz Gungs...let's show our credibility, creativity, and sportivity of course...keep writing maaazzzzz Gungs!!!

qthink said...

jadi gmn ni bu cara komenny? aq cm ngisi di blogmu aj ni...kykny termasuk yg url yahoo po ya..? Y,sekalian bwt info utk mas anonymous... wlu, dirimu menduga itu rekayasa, tp yg jelas aq salah satu yg dah suka bgt ma tulisan mba na okta, sejak pertama kali baca... Mas, coba baca dgn hati..bukan pikiran..

Veronika Fitri said...

Mba Na...makasih ya tuk tulisan2nya...
You do small thing with a great love....and now let people see this thing as a great thing...
Keep spirit sist...

nisaa cute said...

ikutan komen. na, tu smw komen di FB dipindahin aj kmari. scara driku yg org awam ne lbih ngarti u komen di FB.
smngat buw.. jgn biarkan org yg GeJe itu mempengaruhimu. tetep berkarya biar bsa memotivasi org lain ya buw... kkkk

nurrahman said...

saya doakan menang, saya jd pengen ikut neeh :D

dunia rina okta said...

qthink: kayanya masuk url yahoo mba...hiks hiks makasih mba ya, jd terharu gini, smw pd ngedukung daku...buat daku yg terpenting tulisanku bs dibaca dan diambil manfaat bwt org lain...selebihnya, mau ada yg komen kek, mau ga kek, urusan belakang...

doakan daku dari negeri van oranje ya mba ayu :(

dunia rina okta said...

veronika fitri: mba pit makasih yaaa...jd terharu, meskipun bnyk tgs di belanda-mu, meskipun ga pny blog tp tetep mau mampir...nantikan tulisan2 daku selanjutnya, terutama di FB biar mudah :)

nisaa cute: mba cuuuuttt...tengkyu so mucho2, ur backing means a lot for me...semangat jg ya belajar di belanda-nya!! smg bs nyusul kesono :)

nurrahman: salam kenal ya maz, makasih sblm dan ssdhnya...ayoo ikutan, sekalian mengasah kemampuan menulis...sebab menulis dgn hati lebih bs berarti :D

koje said...

hehehe, comment nya lucu-lucu...
iya, yeppp,,, mari berkompetisi sebagai wujud aktif dan partisipatif orang muda Indonesia... hehehe...

http://koje89.blogspot.com/2010/04/berburu-ilmu-ke-negeri-belanda.html

tri said...

Jangan pedulikan orang yang iri padamu Na

Alloh mah ga pernah tidur

Just keep up the good work

Bikin tulisan yang keren dan menginspirasi banyak orang

Terus terang ajah
Selama ini kau begitu menginspirasi diriku.
LOVE U N MISS U my friend

-OkO-

Poenya Totsky said...

naa...

Poenya Totsky said...

naaaa....

nadiafriza said...

jadi inget. kata2nya ki hajar dewantara itu pernah bikin saya menang juara 1 bikin cerpen se-sd hehe..
nice post mbak :) semoga mimpi2 kita terwujud di belanda yah *halah*

Leni said...

mbak... baru mampir ke sini..
tulisannya bagus-bagus deh :)
saya jadi malu sendiri dengan tulisan saya yang lebih sering terlalu teknis hihi :">

btw, salam kenal ya :)

dunia rina okta said...

koje: mari bang, qt tingkatkan minat pemuda bangsa dgn membaca dan menulis, dan pastinya menjunjung tinggi kesportifitasan :)

tri: okkooo...jd terharu dan terhura, makasih supportnya kawan, it means a lot buat daku, siip i'll keep writing!!

nadiafriza: owh ya nad?? waah hebbat euy...kata2 Ki Hajar emg punya daya magnet yg luar binasa, yaah smg bs mengikuti jejak beliau untuk memajukan negeri...btw doanya yg terakhir itu daku amin-i...aamiinn *halah juga*

leni: makasih udah mampir say...jgn malu atuh darling, poin utama menulis itu: lakukan dgn hati yg bebas...
salam kenal jg...keep writing yaa, sbb dgn menulis maka qt akan abadi :)

rusydi hikmawan said...

perlu belajar ritual belajar ke belanda kayaknya. siiip

dunia rina okta said...

pa rusydi: hmm...kalo ada kesempatan utk berguru hingga ke negeri keju itu, knp ga pa?? tp dlm pandangan saya pa, mgkn poin utamanya bukan sejauh apa qt berguru, melainkan sedalam apa qt bs memaknai hasil belajar qt selama memburu ilmu itu...hehe tetap semangat pa mencerdaskan dan memajukan anak bangsa!!

anaajah said...

judulnya: blogwalking (anggerr he3x)
iiwow...suka deh gue sm gaya lo teh he3x, keren teh (sambil nyari2 ikon jempol kaya yg di epbe), baru tau ada penjajah yg minta uang buat ngerayain kemerdekannya ke jajahannya, penjajah macam apa itu? aneh...tp klo boleh milih, aku maunya ke england teh :D

dunia rina okta said...

(ikutan ah) judul: balas komen

haha, harusnya bilang gitu tuh sm org2 kompeni neng, sambil tangan bersidakep di depan dada, yg kaya di sinetron2 gitu ;))
wah knp milih inggris?? mo ketemu puntri diana?? udah meninggal lagi say ;p

stephanyMS said...

ih miss, org kaya anonymous mah gag usah diwaro, biarin ajah, org sirik mah gag akan untung :D semangat yah miss...aq dukung kok, soalnya tulisan miss selalu punya soul, bener kata si adry tuh, meski dia sm anak2 lain gag punya blog, tapi qt dukung miss...

dunia rina okta said...

ahahay iya step, org iseng kali tuh...makasih supportnya ya step en prenz, jd benar2 terharu :)

nuning nune said...

perpaduan bahasa yg cerdas dan info yg padat bikin tulisan ini ga hanya asik buat dibaca, tp jadi bahan perenungan jg :)

dunia rina okta said...

yah smg bs jadi manfaat ga hanya buat rina yg nulisnya ne, tp jg buat pembacanya...

patriciawahyu said...

wahhhh,,,baca tulisannya keren banget...
Walaupun sama2 peserta,,aq ngerasa mba deserve for the 1st place,,
no kidding, sist ! :)
keep spirit,, salam kenal mba..

dunia rina okta said...

salam kenal, makasih sudah mampir, membaca, dan memberi apresiasi, it means a lot for me :)
smg tulisan2 qt bs bawa manfaat ga hanya buat diri sendiri tp jg buat org lain ya sist...btw tulisannya udah nampang jg yah di kompetiblog :D

Post a Comment